Prediksi: Prancis vs Irak – Duel Kelas Dunia vs Semangat Timur Tengah
Laga Prancis kontra Irak di Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar pertemuan dua negara—tapi tabrakan antara dua dunia sepak bola yang berbeda benua, beda tradisi, dan beda level kompetisi. Di satu sisi, Les Bleus, sang juara dunia dua kali, tampil dengan skuad mewah ala dream team: Mbappé yang mengamuk di sayap, Griezmann yang masih jadi otak permainan, plus lini tengah dalam yang dipenuhi talenta dari Liga Primer hingga Bundesliga. Kedalaman skuad mereka bikin pelatih bisa rotasi tanpa kehilangan kualitas—dan itu jarang ditemukan di tim mana pun.
Tapi jangan salah: Prancis bukan tak punya celah. Saat menghadapi tim yang parkir bus rapi dan disiplin seperti Irak, mereka kerap kesulitan menembus tembok pertahanan. Terlalu mengandalkan momen individu—terutama kalau Mbappé dikawal ketat—bisa bikin serangan mereka mandek di sepertiga akhir.
Di seberang lapangan, Irak tampil dengan jiwa Al-Ahmar yang tak pernah padam. Mereka mungkin tak punya nama besar di Eropa, tapi semangat tempur, kekompakan tim, dan organisasi defensif mereka selalu jadi senjata andalan—terutama di turnamen besar. Masalahnya? Pengalaman di panggung elite masih terbatas. Tekanan tinggi dari ritme cepat Prancis, kombinasi satu-dua instan, dan transisi kilat dari bertahan ke menyerang bisa jadi ujian berat bagi mental dan fisik pemain Irak.
Faktor penentu? Bukan soal siapa lebih hebat—tapi apakah Irak mampu bertahan tanpa blunder. Kalau mereka bisa menjaga clean sheet hingga menit ke-60, ada potensi tekanan balik ke Prancis. Tapi sebaliknya, kalau Les Bleus membuka skor sebelum turun minum—misalnya lewat tendangan bebas Griezmann atau counter-attack mematikan Mbappé—maka pertandingan bisa berubah jadi one-way traffic.
Prediksi skor akhir: Prancis 3–0 Irak
Tingkat keyakinan: tinggi.
Kualitas individu, pengalaman di level tertinggi, dan daya tahan fisik Prancis jelas berada di kasta lain. Irak akan berjuang mati-matian—tapi perbedaan kelas tak bisa ditutupi hanya dengan semangat. Gol awal akan membuka celah, dan dari situ, Prancis punya cukup amunisi untuk mengunci kemenangan dengan nyaman.