
Krisis Striker Inggris: Kane Jadi Pemain Depan Utama saat Tuchel Menghadapi Hambatan di Piala Dunia
Upaya Inggris meraih gelar di Piala Dunia FIFA 2026 telah menghadapi hambatan yang mengejutkan — kekurangan striker sejati di posisi tengah. Dengan Ollie Watkins juga menjadi striker murni dalam skuad bersama Harry Kane, identitas serangan timnas sedang tergantung pada benang tipis.
Krisis ini menjadi jelas setelah gelombang pengunduran diri dan cedera yang menghancurkan opsi-opsi depan Tuchel. Phil Foden dan Cole Palmer ditinggalkan karena kelelahan, masalah cedera, serta tuntutan jadwal klub yang tak pernah berhenti. Ollie Watkins juga merupakan striker murni dalam skuad, sementara Dominic Solanke tetap absen sejak Agustus karena masalah persisten. Kondisi memburuk ketika lima pemain — termasuk tokoh kunci seperti Dominic Calvert-Lewin dan Noni Madueke — meninggalkan kamp karena cedera, membuat Tuchel terpaksa mencari alternatif secara mendesak.
Kane, selalu menjadi penopang utama, tampil gemilang saat dibutuhkan. Dalam kualifikasi penting melawan Latvia pada Oktober, ia mencetak dua gol dalam kemenangan meyakinkan 5-0 di Riga, mengamankan tiket Inggris ke turnamen. Namun, aksi heroiknya menyoroti masalah lebih dalam: ketergantungan pada satu sosok tua di posisi yang sangat membutuhkan kedalaman.
Statistik menggambarkan gambaran suram. Musim lalu, hanya tiga striker Inggris yang mencapai angka ganda digit di Liga Premier — sebuah indikasi nyata atas kurangnya bakat finishing tingkat tinggi yang muncul dari permainan domestik. Ivan Toney, kini bermain untuk Al-Ahli, telah produktif — 11 gol dalam 15 penampilan musim ini — namun meski performanya bagus, ia tidak dipanggil kembali ke skuad.
Dengan format turnamen yang diperluas menjadi 48 tim, kedalaman skuad akan diuji lebih ketat dari sebelumnya. Inggris pun kini terbuka lebar karena opsi serang yang tipis. Grup L akan melibatkan mereka menghadapi Kroasia pada 17 Juni 2026 — pertandingan yang bisa menjadi penentu kampanye mereka. Namun tanpa rencana cadangan yang andal, beban pada Kane semakin berat dari hari ke hari.
Tantangan bagi Tuchel bukan sekadar taktikal; itu adalah soal eksistensi. Jika Inggris ingin melangkah lebih jauh dari fase grup, mereka butuh lebih dari sekadar striker bintang. Mereka butuh aliran pencetak gol — pemain yang bisa menahan bola, mencetak gol, dan berkembang di bawah tekanan. Saat ini, aliran tersebut kering. Dan dengan Piala Dunia yang semakin dekat, waktu terus berdetak.