Korea Selatan Berharap Akhiri Kutukan Pembuka Piala Dunia Melawan Republik Ceko

Korea Selatan memulai kampanye Piala Dunia FIFA 2026 mereka dengan tantangan yang tak asing: mengatasi bayang-bayang awal turnamen yang buruk di masa lalu. Menghadapi Republik Ceko di Grup A pada 11 Juni 2026, Tim Taeguk bersungguh-sungguh untuk menutup babak tahun-tahun pembukaan Piala Dunia yang lesu — dan kali ini, mereka didukung skuad yang penuh percaya diri.
Pelatih Hong Myung-bo, yang mengambil alih setelah masa sulit di bawah Jürgen Klinsmann, kini fokus pada hal-hal dasar: bertahan hidup. “Tugas pertama kami sederhana — lolos ke babak 32 besar,” kata Hong. “Setelah itu? Kita lihat saja apa yang terjadi.” Pendekatan realistis dari pelatih yang ditugaskan untuk membangun kembali tim yang sering tumbang di awal turnamen sebelumnya.
Dasar optimisme cukup kuat. Korea Selatan tak pernah kalah dalam 16 pertandingan kualifikasi, menyelesaikan grup kedua dengan selisih enam poin atas Yordania. Selisih gol yang diharapkan (+18,03) sepanjang kampanye berbicara banyak tentang dominasi mereka di babak kualifikasi — sebuah perbedaan mencolok dibandingkan ketidakstabilan yang kerap menghantui mereka di tahap awal sebelumnya.
Namun, jalan di depan tidak bebas rintangan. Tengah lapangan menjadi kekhawatiran utama, dengan cedera menghancurkan opsi di lini tengah. Dengan pemain kunci absen, Hong harus melakukan rotasi dan mengandalkan kedalaman serta fleksibilitas taktik — ujian bagi kemampuan manajemennya.
Persiapan telah berlangsung intensif. Skuad berlatih di Salt Lake City, Utah, menyesuaikan diri dengan ketinggian tinggi demi mengantisipasi tantangan fisik kondisi Amerika Utara. Meski hanya sedikit keunggulan, namun bisa menjadi penentu saat tekanan meningkat.
Penunjukan Hong datang setelah masa jabatan Klinsmann yang singkat dan akhirnya gagal — babak yang berakhir dengan frustrasi kurang dari satu tahun. Kini, dengan beban harapan di pundaknya, Hong fokus pada hasil, bukan sekadar penampilan.
Dengan Meksiko dan Afrika Selatan juga berada di Grup A, setiap poin sangat berarti. Pertandingan pembuka melawan Republik Ceko bukan sekadar pertandingan — ini adalah pernyataan. Bagi Korea Selatan, inilah saatnya akhirnya membuktikan bahwa mereka mampu memulai dengan kuat, finis lebih tinggi, dan memutus siklus ini sekali untuk selamanya.