Senegal Hancurkan Irak 10 Pemain 5-0 untuk Pertahankan Harapan Lolos Piala Dunia

Stadion Toronto, 26 Juni 2026 — Dalam pernyataan tegas yang terdengar hingga ke seluruh benua, Senegal mengguncang Grup I dengan kemenangan telak 5-0 atas Irak yang bermain dengan 10 pemain, membangkitkan kembali harapan kecil mereka untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Liontin Teranga menyerang sejak awal dan sering kali, mencetak gol pertama dalam empat menit pertama ketika Habib Diarra membobol gawang—menetapkan nada bagi apa yang menjadi salah satu kemenangan paling meyakinkan oleh tim Afrika dalam sejarah Piala Dunia.
Kesulitan Irak semakin dalam sembilan menit kemudian, saat bek Rebin Sulaka dikartu merah karena menjatuhkan Sadio Mané dalam situasi yang jelas mengancam gol. Pengusiran tersebut membuat tim Asia bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit hingga akhir pertandingan, dan Senegal langsung mengambil kendali dengan efisiensi tanpa belas kasihan.
Ismaïla Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-56 dengan finishing cerdas, sebelum Pape Gueye mencuri perhatian dengan brace luar biasa di babak kedua—pertama kali menerapkan tendangan rendah yang melengkung, lalu menyelesaikan gol keduanya dengan tenang setelah serangan balik cepat.
Pemain pengganti Iliman Ndiaye menutup penampilan dominan dengan gol kelima di akhir pertandingan, membuat pertahanan Irak benar-benar terbuka dan penonton di Stadion Toronto bersorak-sorai.
Wasit Anthony Taylor memimpin pertandingan yang didominasi Senegal dalam penguasaan bola, wilayah, dan tempo, dengan 43.036 penonton disuguhi pertunjukan sepak bola ofensif kelas dunia.
Kemenangan ini menjadi respons penting bagi Senegal, yang datang ke Kanada dalam kondisi terpuruk setelah kalah dari Prancis (3-1) dan Norwegia (3-2) di laga pembuka. Dengan tiga poin kini diraih, impian lolos mereka tetap hidup, sambil berusaha meraih posisi ke babak knockout.
Bagi Irak, hasil ini mengkonfirmasi kegagalan mereka dalam turnamen tanpa meraih poin satu pun—akhir pahit bagi tim yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Kampanye mereka di Kanada berakhir dengan kekecewaan, setelah gagal mencetak satu gol atau poin pun dalam tiga pertandingan mereka.
Namun bagi Senegal, ini bukan sekadar kemenangan—ini adalah pernyataan. Pengingat bahwa bahkan dalam kesulitan, Liontin Teranga masih memiliki gigi yang tajam.