Skorly
Berita & analisis sepak bola Piala Dunia 2026

Ancelotti: Brasil Harus Bangun Identitas Sendiri, Bukan Meniru Spanyol

Carlo Ancelotti telah menyatakan dengan jelas: masa depan Brasil bukan tentang meniru siapa pun—terutama tidak Spanyol. Saat juara dunia lima kali ini memulai babak baru setelah tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026, pelatih asal Italia itu menekankan bahwa fokus harus pada pengembangan kekuatan sendiri, bukan mengejar model negara lain.

Setelah akhir yang mengecewakan dalam turnamen, Ancelotti mengakui bahwa lini tengah tetap menjadi area utama perbaikan tim. Namun, ia tetap optimistis terhadap fondasi serangan dan pertahanan Brasil, menekankan bahwa peningkatan harus datang dari dalam—bukan dengan mencoba meniru model asing.

“Spanyol memiliki sistem yang hebat, tak diragukan lagi,” kata Ancelotti. “Rodri, Pedri, Dani Olmo, Martín Zubimendi, Fabián Ruiz, Mikel Merino, Gavi—mereka semua pemain elit. Tapi kita tidak perlu meniru mereka. Kita perlu belajar bagaimana menjadi lebih baik dalam hal-hal yang sudah kita kuasai.”

Kampanye Brasil di tahun 2026 berakhir mendadak pada 5 Juli 2026, ketika mereka kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar di Stadion New York New Jersey di East Rutherford, New Jersey. Kekalahan itu mengakhiri kampanye di mana Brasil berhasil melaju dari Grup C, namun gagal mempertahankan momentum melawan tim Skandinavia yang tangguh.

Meski tersingkir lebih awal, Ancelotti sudah mulai melihat ke depan. Visi jangka panjangnya untuk Brasil berpusat pada Copa América 2028 dan Piala Dunia 2030—dua turnamen utama yang akan membentuk masa kepelatihannya. Ia mengonfirmasi akan tetap menjabat hingga 2030, setelah menolak tawaran untuk menggantikan posisi pelatih nasional Italia.

Di bawah pimpinan Ancelotti, pemulihan Brasil akan dibangun berdasarkan talenta lokal dan pengembangan berkelanjutan, bukan solusi instan atau keuntungan jangka pendek. Fokusnya adalah membina bintang muda, menyempurnakan disiplin teknikal, serta menciptakan identitas bermain yang tak diragukan lagi khas Brasil—namun modern, adaptif, dan kompetitif.

“Ini soal membangun sesuatu yang abadi,” kata Ancelotti. “Kami punya kualitas, kami punya semangat. Sekarang kami butuh mengarahkannya dengan tujuan. Masa depan bukan tentang meniru Spanyol—tapi menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.”

Bagikan:WhatsAppXFacebookTelegram

Sumber

Dapatkan Panduan Piala Dunia 2026 GRATIS

Masukkan email & WhatsApp untuk menerima PDF Panduan Bertahan Piala Dunia 2026 untuk fans Indonesia.

Komentar

Masuk untuk ikut diskusi. Masuk