Deschamps Menulis Warisan dalam Sejarah Knockout Piala Dunia

Didier Deschamps telah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola — pencapaian bersejarah yang diraih saat Prancis meraih kemenangan di perempat final atas Maroko pada turnamen Piala Dunia 2026.
Kemenangan 2–0 dalam pertandingan delapan besar tidak hanya membawa Les Bleus ke semifinal, tetapi juga mencatatkan kemenangan ke-20 Deschamps sebagai pelatih Prancis di Piala Dunia, menjadikannya pelatih pertama yang mencapai milestone tersebut dengan satu negara. Hasil ini membuat total pertandingan yang dilatihnya untuk Prancis di Piala Dunia menjadi 26 — setelah menyamai rekor Helmut Schön yang mengelola 25 pertandingan Piala Dunia usai perempat final, lalu melampaui rekor tersebut pada tahun 2026.
Dengan kemenangan ini, Prancis bergabung dalam kelompok elit, menjadi tim nasional pria ketiga yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia secara berturut-turut tiga kali, sebuah prestasi yang menegaskan konsistensi dan kedalaman skuad saat ini di bawah kepemimpinan Deschamps.
Pencapaian terbaru ini adalah bagian dari karier yang sudah penuh dengan momen-momen bersejarah. Setelah memenangkan trofi sebagai kapten tim Prancis yang juara Piala Dunia 1998, Deschamps menyelesaikan lingkaran sempurna dengan membawa negaranya meraih gelar juara pada 2018 — salah satu dari hanya tiga individu dalam sejarah yang meraih Piala Dunia baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih, bersama Mário Zagallo dari Brasil dan Franz Beckenbauer dari Jerman.
Sejak mengambil alih jabatan pada 8 Juli 2012, Deschamps telah menangani berbagai naik turun: tersingkir di perempat final pada 2014, kekalahan menyakitkan di final Euro 2016, final Piala Dunia beruntun pada 2018 dan 2022, serta kini lolos ke semifinal pada 2026 — semua itu sambil mempertahankan disiplin taktikal dan koordinasi tim yang jarang ditemukan di tingkat tertinggi.
Di turnamen tahun ini, ia menjadi manajer keenam yang membawa negara yang sama (Prancis) melalui empat Piala Dunia berturut-turut (2014, 2018, 2022, 2026), setelah Sepp Herberger, Walter Winterbottom, Lajos Baróti, Helmut Schön, dan Óscar Tabárez.
Pada Januari 2025, Deschamps mengonfirmasi bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya melebihi Piala Dunia 2026, menandai berakhirnya masa jabatan yang ditandai oleh panjangnya durasi, warisan, dan tekad tak kenal lelah untuk mencapai keunggulan. Apakah atau tidak ia tetap setelah bulan Juni, satu hal yang pasti: Didier Deschamps telah menetapkan tempatnya di antara para abadi sepak bola dunia.