Mbappé Raih Golden Boot Sejarah Meski Prancis Gagal di Piala Dunia

Kylian Mbappé kembali mencatatkan namanya dalam sejarah, mengangkat adidas Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia FIFA 2026 — menjadi pemain pria pertama dalam sejarah yang meraih Golden Boot berturut-turut. Prestasi ini diraih meski Prancis harus gugur lebih awal di semifinal melawan Spanyol.
Pemain bintang Prancis itu menyelesaikan turnamen dengan 10 gol, menurut FOX Sports, torehan yang memperkuat statusnya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Piala Dunia. Dengan gol-gol tersebut, Mbappé juga menjadi pemain pertama yang mencetak 10 gol dalam dua edisi Piala Dunia yang berbeda — sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan insting pembunuhnya di panggung sepak bola tertinggi.
Kampanye Prancis berakhir pada 14 Juli 2026, setelah kalah 2-0 dari Spanyol di semifinal. Kekalahan itu menjadi pil pahit bagi sebuah negara yang sangat mengandalkan kepemimpinan dan kemampuan finishing kapten tim mereka. Setelah kekalahan, Mbappé menulis surat terbuka kepada para penggemar — pesan yang jujur dan tak tersaring, yang langsung viral. “Jika mereka bilang FCK OFF kepada kita,” tulisnya, “kita juga akan bilang FCK OFF kepada mereka.”
Namun, meski kalah, warisan Mbappé tak bisa dipungkiri. Ia kini memiliki 20 gol dalam 21 penampilan di Piala Dunia — hanya kalah dari rekor all-time Lionel Messi yang mencapai 21 gol. Gol-golnya di babak knock-out sebanyak 12 gol adalah jumlah terbanyak dalam sejarah turnamen, bukti kemampuannya tampil gemilang saat pertandingan paling penting.
Edisi 2026, yang diselenggarakan bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menampilkan Mbappé dalam performa paling mengerikan. Dari lari cepat di sayap hingga finishing klinis di ruang sempit, ia menjadi mesin di balik serangan Prancis. Kini, dengan sorotan global mulai redup, sang penyerang beralih fokus ke tugas klub — kembali ke Real Madrid menjelang musim 2026-27.
Sementara Prancis berusaha bangkit, mereka akan menghadapi jadwal padat di putaran musim gugur Liga Bangsa-Bangsa UEFA, dengan tujuan memulihkan luka kekalahan semifinal dan membangun momentum menuju tantangan internasional mendatang. Namun untuk saat ini, fokus tetap pada Mbappé — seorang pria yang, bahkan tanpa medali emas, telah menulis namanya dalam legenda sepak bola.