Rata-Rata Gol 39% Haaland Paling Menonjol di Piala Dunia Sejak Permainan Hebat Lineker Tahun ’86

Erling Haaland telah mencuri perhatian di Piala Dunia FIFA 2026 dengan serangkaian finishing yang ciamik, yang menghidupkan kembali diskusi tentang bakat generasi emas. Striker Norwegia ini telah mencetak tujuh gol dari hanya 18 tembakan—mencatatkan tingkat konversi spektakuler sebesar 39%, yang terbaik dalam satu turnamen sejak catatan legendaris Gary Lineker dengan rata-rata 40% di Mexico City pada tahun 1986.
Lineker, saat itu sebagai andalan Inggris, mencetak gol enam kali dari 15 percobaan—standar yang tak terkejar selama empat dekade. Torehan Haaland adalah yang paling dekat dengan standar elit tersebut, dan datang dengan tingkat efisiensi yang membuat para pakar berspekulasi.
Dengan tujuh gol dalam lima pertandingan, Haaland menyamai total tertinggi oleh pemain mana pun dalam debut Piala Dunia sejak Grzegorz Lato mencetak tujuh gol untuk Polandia pada tahun 1974. Lebih mengejutkan lagi, Kylian Mbappé memimpin turnamen dengan 10 gol, sementara Haaland menyelesaikan turnamen dengan tujuh gol dan Messi dengan delapan—menjadikan ini pertama kalinya dalam sejarah tiga pemain berbeda mencapai tujuh gol atau lebih dalam satu edisi kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.
Dan inilah fakta mengejutkan: tujuh gol Haaland saja sudah melampaui total gabungan gol Messi, Mbappé, dan Cristiano Ronaldo dalam turnamen ini. Sebuah pengingat nyata betapa satu orang bisa mengubah narasi ketika sepatunya sedang panas.
Finishing-nya begitu beragam sekaligus akurat. Meski enam gol pembuka datang dari rata-rata jarak hanya 8,2 yard (7,5m)—bukti kecerdasannya sebagai predator di dalam kotak penalti—gol kedua justru merupakan tembakan keras dari jarak 22,3 yard (20,4m), membuktikan bahwa ia bukan penyerang satu dimensi. Baik itu tendangan tipis atau tembakan melengkung dari jarak jauh, ancaman Haaland meluas hingga keseluruhan area penalti.
Yahoo Sports mengonfirmasi bahwa ia mencetak tujuh gol tersebut dalam lima pertandingan untuk Norwegia—hasil yang menggetarkan dan menjadikannya predator paling berbahaya dalam turnamen ini.
Di tempat lain dalam kompetisi, performa Brasil dalam pertandingan terbaru memicu kekhawatiran: mereka hanya menguasai bola 34%, terendah dalam sejarah pertandingan Piala Dunia FIFA. Sementara itu, Inggris mencatat sejarah dengan menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Meksiko di stadion ikonik Estadio Azteca dalam laga Piala Dunia. Meksiko sebelumnya tak pernah kalah dalam 10 pertandingan Piala Dunia di venue tersebut—hingga kini.