Inggris dan Kroasia Memimpin Grup L Seiring Modrić Berburu Piala Dunia Kelima yang Sejarah, Ghana Berjuang Setelah Perombakan Pelatih

Grup L pada Piala Dunia FIFA 2026 mulai menunjukkan diri sebagai salah satu bagian paling menarik dalam turnamen — campuran antara rekam jejak teruji, transformasi berisiko tinggi, serta mental baja. Inggris melaju dengan kampanye kualifikasi sempurna, sementara inti veteran Kroasia tetap kokoh, sedangkan Ghana justru berada dalam kondisi krisis hanya 72 hari sebelum kick-off, setelah kejutan pemecatan pelatih kepala Otto Addo.
Grup ini akan memainkan pertandingan-pertandingannya di Toronto, Foxborough, Philadelphia, dan East Rutherford (New York New Jersey), menampilkan kombinasi menarik antara pengalaman dan urgensi. Inggris masuk babak ini dengan catatan kualifikasi tanpa kekalahan — rekor 100% yang memberi gambaran kuat tentang kemampuan manajer dalam menjaga konsistensi. Meski masih ada ketidakpastian taktikal yang bisa muncul, pertandingan awal membuka kesempatan emas untuk membangun momentum melawan lawan-lawan yang sudah dikenal maupun tantangan baru.
Kroasia, yang berusaha meraih penampilan Piala Dunia lainnya, tetap didukung oleh kecemerlangan abadi Luka Modrić. Maestro tengah ini siap tampil untuk kelima kalinya di panggung terbesar sepak bola dunia, mengukuhkan legenda sebagai pemain internasional dengan caps terbanyak bagi negaranya. Namun bukan hanya di lini tengah pengalaman itu penting: D’vor Shakur, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kroasia, membawa keunggulan tajam di lini serang, memastikan tim ini bukan sekadar dibangun dari keteguhan, tapi juga mampu mencetak gol saat dibutuhkan.
Namun bagi Ghana, jalan yang harus dilalui sama sekali tidak mudah. Dengan kepergian mendadak Addo meninggalkan Black Stars bingung arah, tekanan menjadi sangat besar. Membentuk kembali struktur teknis dalam waktu singkat bisa menjadi penentu dalam upaya mereka untuk lolos. Pertandingan pembuka mereka adalah melawan Panama pada 17 Juni di Toronto, diikuti ujian keras melawan Inggris di Foxborough pada 23 Juni, sebelum menghadapi Kroasia di Philadelphia pada 27 Juni — rangkaian yang brutal dan akan menguji seluruh daya tahan mereka.
Panama, yang hanya tampil kedua kalinya di Piala Dunia, akan berusaha menunjukkan performa lebih baik dengan tokoh-tokoh kunci seperti Adalberto Carrasquilla, Aníbal Godoy, dan Ismael Díaz yang bersiap tampil. Pertemuan mereka dengan Ghana di Toronto bisa menjadi momen penentu grup — benturan yang bisa menjadi pukulan mematikan bagi kedua tim jika ingin punya harapan lolos dari babak penyisihan grup.
Dengan kecerdikan para veteran berhadapan dengan adaptasi panik, Grup L menjanjikan aksi seru sejak hari pertama. Bagi Inggris dan Kroasia, ini soal mempertahankan dominasi. Bagi Ghana, ini soal bertahan hidup. Dan bagi Panama? Kesempatan untuk mengejutkan dunia.