Belanda 2-2 Jepang: Kepala Terakhir Kamada Bikin Oranje Tertegun di Dallas

Dallas, 14 Juni 2026 — Dalam pertandingan pembuka Grup F yang seru di Stadion AT&T, Jepang menciptakan comeback mengejutkan di akhir pertandingan untuk meraih hasil imbang dramatis 2-2 melawan Belanda, meninggalkan kedua tim dengan satu poin masing-masing dalam kampanye Piala Dunia mereka.
Paruh pertama berjalan dengan hati-hati, ditandai dengan permainan konstruktif yang waspada dan disiplin defensif yang ketat. Kedua tim gagal membuka keunggulan, karena Belanda berusaha mengendalikan bola sementara Jepang bertahan dalam formasi rendah, menanti celah. Skor tetap 0-0 saat jeda — sebuah bukti pertarungan taktik yang berlangsung di bawah terik matahari Texas.
Gol pembuka datang awal di paruh kedua ketika Ryan Gravenberch mengirim umpan silang tepat ke kotak penalti. Virgil van Dijk mencetak gol pertamanya di Piala Dunia FIFA untuk Belanda melawan Jepang, membuat para pendukung Belanda bersorak. Ini adalah momen tenang dari kapten tim, dan memberi Belanda keunggulan yang mereka cari.
Namun Jepang belum menyerah. Hanya 15 menit kemudian, Crysencio Summerville menggandakan keunggulan dengan finishing ciamik setelah gerakan tim yang lancar di sayap kiri. Belanda kini benar-benar unggul, tetapi Samurai Biru tak mau menyerah.
Dengan ketegangan memuncak di seperempat babak terakhir, Jepang mulai menekan lebih keras. Ketekunan mereka berbuah hasil ketika mereka menyamakan skor, menghidupkan kembali pertandingan.
Kemudian, di detik-detik akhir, drama mencapai puncaknya. Sepak pojok yang melengkung masuk ke area enam yard — dan Daichi Kamada, tak terkawal di tiang jauh, melompat tinggi melewati pertahanan Belanda untuk menyundul bola ke gawang dengan presisi. Stadion meledak. Gol penyama skor hadir pada menit ke-89, mengunci transformasi luar biasa.
Putaran akhir juga membawa kontroversi: Memphis Depay dikartu kuning karena mengenai wajah pemain belakang Jepang dengan siku, momen yang memicu perdebatan di kalangan suporter dan pakar sepak bola.
Kini sama poin dengan satu poin, kedua tim kini menatap pertandingan selanjutnya. Belanda akan menghadapi Swedia pada 20 Juni, sementara Jepang menghadapi Tunisia pada hari berikutnya.
Ini bukan sekadar hasil imbang — ini adalah pernyataan. Bagi Jepang, ini pengingat akan ketahanan mereka; bagi Belanda, ini peringatan dini. Dan sejarah? Ya, sudah tertulis: dua negara terakhir kali bertemu di fase grup 2010, ketika tendangan Wesley Sneijder membawa kemenangan 1-0 untuk Belanda. Kali ini, alur cerita direvisi — dengan cara yang paling dramatis.