Skorly
Berita & analisis sepak bola Piala Dunia 2026

Group J · Minggu, 28 Juni pukul 09.00 WIB

Jordan vs Argentina

JordanJordan
1 - 3
ArgentinaArgentina

AT&T Stadium, Arlington

Komentar langsung

  1. 90'

    🏁 Laga usai. Jordan 1-3 Argentina.

  2. 95'

    🟨 95' Kartu kuning untuk Shararh (Jordan).

  3. 90'

    🔄 90' Pergantian pemain Jordan: A. Olwan.

  4. 90'

    🔄 90' Pergantian pemain Jordan: H. Abu Dahab.

  5. 82'

    🔄 82' Pergantian pemain Argentina: J. Alvarez.

  6. 80'

    ⚽ GOAL! L. Messi mencetak gol untuk Argentina di menit 80! Jordan 1-3 Argentina.

  7. 80'

    ⚽ GOL! 80' L. Messi (Argentina) mencetak gol! Jordan 1-3 Argentina.

  8. 89'

    📊 Jordan vs Argentina: penguasaan bola 26%-74%, tembakan 5-10.

  9. 76'

    🔄 76' Pergantian pemain Jordan: N. Al Rashdan.

  10. 71'

    🔄 71' Pergantian pemain Argentina: G. Simeone.

  11. 64'

    🟨 64' Kartu kuning untuk Y. Al Arab (Jordan).

  12. 61'

    🔄 61' Pergantian pemain Argentina: N. Paz.

  13. 60'

    🔄 60' Pergantian pemain Argentina: L. Martinez.

  14. 60'

    🔄 60' Pergantian pemain Argentina: G. Lo Celso.

  15. 60'

    📊 Jordan vs Argentina: penguasaan bola 31%-69%, tembakan 5-6.

  16. 55'

    ⚽ GOAL! Menit 55, M. Tamari mencetak gol untuk Yordania! Skor menjadi 1-2 untuk Argentina.

  17. 55'

    ⚽ GOL! 55' M. Tamari (Jordan) mencetak gol! Jordan 1-2 Argentina.

  18. 46'

    🔄 46' Pergantian pemain Jordan: A. Azaizeh.

  19. 46'

    🔄 46' Pergantian pemain Jordan: O. Al Fakhouri.

  20. 46'

    ▶️ Babak kedua dimulai.

  21. 45'

    ⏸️ Turun minum. Jordan 0-2 Argentina.

  22. 35'

    📊 Jordan vs Argentina: penguasaan bola 19%-81%, tembakan 0-4.

  23. 31'

    ⚽ GOAL! 31' L. Martinez (Argentina) mencetak gol dari tendangan penalti! Jordania 0-2 Argentina.

  24. 31'

    ⚽ GOL! 31' L. Martinez (Argentina) (penalti) mencetak gol! Jordan 0-2 Argentina.

  25. 20'

    📊 Jordan vs Argentina: penguasaan bola 21%-79%, tembakan 0-1.

  26. 19'

    ⚽ GOAL! 19' G. Lo Celso (Argentina) mencetak gol! Yordania 0-1 Argentina.

  27. 19'

    ⚽ GOL! 19' G. Lo Celso (Argentina) mencetak gol! Jordan 0-1 Argentina.

  28. 17'

    🟨 17' Kartu kuning untuk M. Abu Taha (Jordan).

  29. 0'

    ⚽ Sepak mula! Jordan vs Argentina dimulai.

Cuplikan gol

Cuplikan resmi

Jordan 🆚 Argentina #FIFAWorldCupOnYTTonton cuplikan resmi di YouTube

Rekor Pertemuan

0

Jordan

0

Seri

1

Argentina

  • Jordan 1-3 Argentina2026

Pratinjau

Laga Pembuka Neraka: Jordan Tantang Argentina di Grup J Piala Dunia 2026

Babak grup Piala Dunia 2026 baru saja dimulai—dan langsung meledakkan gelegar. Jordan, tim yang baru pertama kali lolos ke putaran final sejak 1986, langsung dipasangkan dengan sang juara bertahan: Argentina. Duel ini bukan sekadar laga pembuka Grup J. Ini adalah ujian api—sebuah derby antara mimpi dan realitas—yang akan digelar pada 28 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.

Bagi Jordan, ini bukan cuma soal tampil di panggung dunia. Ini soal membuktikan bahwa mereka bukan guest star, tapi peserta yang punya nyali, organisasi, dan tekad baja—meski berhadapan dengan salah satu tim paling disegani sepanjang sejarah sepak bola modern.

Kondisi Tim: Tekad Tak Kenal Batas, Realitas Tak Bisa Diabaikan

Argentina datang dengan bekal juara dunia 2022, skuad matang, dan mental juara yang sudah teruji di bawah tekanan tertinggi. Lionel Scaloni—pelatih yang sangat memahami irama permainan timnya—dipastikan akan menurunkan kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi muda yang haus pencapaian. Dominasi penguasaan bola, pressing ketat sejak lini tengah, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang adalah ciri khas La Albiceleste. Mereka tak hanya ingin menang—tapi ingin menguasai setiap detik laga.

Jordan, di sisi lain, bukan tim yang bisa dianggap enteng. Mereka lolos ke Amerika Utara lewat kualifikasi yang keras—mengalahkan lawan-lawan tangguh seperti Tajikistan dan Suriah dengan disiplin taktis dan soliditas defensif yang mengesankan. Tanpa nama-nama besar di klub Eropa, justru menjadi keuntungan: tidak ada beban ekspektasi tinggi, hanya satu misi—bermain tanpa rasa takut. Mereka tahu, tekanan sebenarnya justru berada di kubu lawan: Argentina harus menang, harus tampil impresif, harus menjaga gelar. Dan dalam sepak bola, tekanan itu sering kali jadi bumerang.

Pemain yang Bakal Jadi Penentu

Meski daftar resmi skuad belum dirilis, beberapa nama sudah pasti jadi sorotan. Untuk Argentina, Lionel Messi tetap jadi pusat gravitasi—meski usianya menginjak 39 tahun, insting, visi, dan ketajamannya masih tak tertandingi. Julian Álvarez akan jadi ancaman mematikan di area kotak penalti, sementara Enzo Fernández bakal mengatur ritme di lini tengah dengan kecermatan dan akurasi umpan yang luar biasa.

Di kubu Jordan, harapan besar tertumpu pada striker andalan mereka—pencetak gol kunci di kualifikasi—yang punya naluri mencari celah dan finishing tajam. Di lini tengah, sosok seperti Yazan Al-Naimat atau Anas Al-Awadat kemungkinan jadi pengatur tempo dengan kerja keras tanpa henti. Sementara di belakang, bek tengah seperti Yousef Al-Rawashdeh atau Ahmad Al-Safadi harus siap menghadapi tekanan ganda: duel udara melawan bomber Argentina, sekaligus antisipasi umpan-umpan slicer dari luar kotak.

Taktik: Bertahan Ketat atau Berani Menyerang?

Pertanyaan besar bagi pelatih Jordan, Hussein Ammouta: apakah memilih parkir bus ala pragmatis, atau memberi ruang lebih untuk menyerang balik? Jawaban logisnya: 5-4-1 atau 4-5-1 dengan dua wing-back agresif—formasi yang sudah terbukti efektif saat mereka menahan imbang tim-tim kuat di kualifikasi. Prioritas utama: tutup ruang di antara lini, minimalkan kesalahan individu, dan manfaatkan set piece serta serangan balik kilat lewat kecepatan sayap.

Argentina, tentu saja, akan menguasai 65–70% penguasaan bola. Skema high press ala Scaloni akan diterapkan sejak menit pertama—tujuannya jelas: memaksa kesalahan di lini belakang Jordan, lalu mencetak gol awal untuk meruntuhkan mental lawan. Tapi sepak bola tak pernah hitung-hitungan sempurna. Satu kesalahan kecil di lini belakang Argentina, satu counter yang dieksekusi sempurna, atau satu tendangan bebas yang masuk—dan sejarah bisa berubah dalam sekejap.

Laga ini bukan soal siapa yang lebih hebat secara statistik. Ini soal siapa yang lebih lapang napas di bawah tekanan, siapa yang lebih percaya pada rencana, dan siapa yang lebih siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.

Jadi, siapkan kopi Anda—dan jangan lupa nyalakan layar. Karena 28 Juni bukan sekadar tanggal. Ini adalah hari ketika mimpi Jordan berdiri di depan pintu Argentina—dan siapa tahu, mungkin saja hari itu juga jadi awal keajaiban yang tak terlupakan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

5 Hal yang Wajib Diwaspadai: Jordan vs Argentina

  1. Duel Messi–Al-Tamari: Kreativitas di Ujung Sayap
    Lionel Messi tetap jadi senjata pamungkas Argentina—baik lewat umpan matang maupun tendangan mematikan dari luar kotak penalti. Tapi jangan remehkan Mousa Al-Tamari. Sayap kiri Jordan ini sedang dalam performa puncak: gesit, tajam dalam satu lawan satu, dan punya naluri mencetak gol di momen krusial. Duel antara playmaker legendaris dan winger muda yang sedang melejit bisa jadi penentu ritme serangan sepanjang laga.

  2. Catatan Pertemuan: Nol Pengalaman, Tapi Bukan Berarti Nol Ancaman
    Ini benar-benar debut pertemuan resmi antara Jordan dan Argentina di Piala Dunia—tidak ada riwayat duel sebelumnya. Secara klasemen FIFA dan reputasi, Argentina jelas diunggulkan. Namun jangan lupa: Jordan bukan tim sembarangan. Mereka tampil solid di kualifikasi, menyingkirkan tim-tim kuat Asia dengan disiplin taktis dan mental baja. Sebagai underdog, mereka justru punya ruang untuk bermain tanpa beban—dan itu bisa jadi bom waktu bagi sang juara bertahan.

  3. Cedera & Akumulasi Kartu: Rotasi Jadi Kunci
    Di kubu Argentina, kekhawatiran muncul dari lini belakang: beberapa pemain mengalami cedera ringan pasca-laga persahabatan, membuat pelatih Scaloni harus mempertimbangkan rotasi—terutama di posisi bek sayap dan gelandang bertahan. Sementara Jordan kehilangan bek tengah andalan mereka, Yazan Al-Naimat, akibat akumulasi kartu kuning. Artinya, duet bek tengah baru harus siap menghadapi tekanan berat dari trio de Paul–Enzo–Mac Allister.

  4. Taktik Kontras: 4-3-3 Ofensif vs 5-4-1 Bertahan Ketat
    Argentina diperkirakan akan tampil dominan dengan formasi 4-3-3 khas—dua gelandang sayap agresif, satu number 10 yang bebas bergerak, dan Messi yang kerap turun ke area half-space. Di sisi lain, Jordan kemungkinan besar bakal mengadopsi skema 5-4-1: lima bek, empat gelandang yang rapat, dan satu striker sebagai target man. Kunci mereka? Transisi kilat lewat sayap—Al-Tamari di kiri dan Yousef Al-Rawashdeh di kanan—plus umpan silang akurat dari fullback yang maju saat serangan balik.

  5. Adu Penalti Bisa Jadi Penentu—Dan Martinez Siap Menyelamatkan
    Jika Jordan mampu bertahan hingga menit ke-90 tanpa kebobolan, skenario adu penalti sangat mungkin terjadi—terutama mengingat intensitas fisik dan tekanan psikologis yang tinggi. Di sini, keunggulan Argentina jelas: Emiliano Martinez bukan sekadar kiper, tapi penalty specialist. Rekornya di adu tendangan 12 pas di level klub dan internasional nyaris tak terbantahkan. Tapi jangan lupa: Jordan juga punya kiper andal, Yaseen Al-Bakhit, yang sudah membuktikan ketenangan di bawah tekanan—termasuk saat menghadapi tim-tim besar di kualifikasi.

Prediksi

Pertandingan antara Jordan dan Argentina dalam putaran grup Piala Dunia 2026 menyuguhkan dinamika yang menarik sekaligus penuh ketidakpastian. Berdasarkan model analisis statist...

Rencana eksklusif

Rencana prediksi mendalam lengkap khusus untuk member.

Pratinjau gratis di atas. Masuk untuk membuka analisis lengkap, statistik kunci, dan tebakannya.

Membuka…

Jelajahi Piala Dunia 2026

Akses cepat ke skor langsung, jadwal, prediksi, tim, dan panduan nonton resmi.

Dapatkan Panduan Piala Dunia 2026 GRATIS

Masukkan email & WhatsApp untuk menerima PDF Panduan Bertahan Piala Dunia 2026 untuk fans Indonesia.

Komentar

Masuk untuk ikut diskusi. Masuk